Diposting oleh
Teknik Komputer Jaringan
di
07.42
Tahun pelajaran 2008/2009 Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) akan menerima satu kelas berjumlah 36 siswa, kegiatan belajar yang semula direncanakan pada siang hari terpaksa dibatalkan mengingat kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan. Dengan demikian kepada semua yang terlibat pada program keahlian ini agar dapat menyesuaikan. Begitu juga dengan para siswa dan orang tua siswa agar dapat mendukung kondisi ini demi kemajuan generasi mendatang. Sebagaimana halnya program-program keahlian yang lainnya, program keahlian Teknik Komputer Jaringan menerapkan tiga tahap penyaringan; Tahap pertama pembobotan nilai SKHU, selanjutnya dilakukan test tertulis, dan terakhir psikotes (test wawancara). Test wawancara bertujuan untuk memahami lebih jauh berkenaan dengan sikap mental, ahlak budi pekerti, disiplin serta motivasi calon siswa untuk masuk di program keahlian ini. Jika nilai wawancara ada yang bernilai kurang (K) maka otomatis calon siswa ini gugur tanpa mempertimbangkan nilai-nilai hasil test lainnya. Sebaliknya jika test wawancara tidak ada yang bernilai kurang (K) maka penentuan diterima atau tidak diterima didasarkan atas rangking sekor yang diperoleh dari pembobotan SKHU dan Nilai Test tertulis.
Diposting oleh
Teknik Komputer Jaringan
di
06.47
Keluhan yang sering terdengar di dunia pendidikan adalah terbatasnya fasilitas yang menunjang Proses Belajar Mengajar, Singkatnya Waktu yang diberikan pada setiap mata pelajaran bahkan waktu belajar disekolah tidak mencukupi dengan kurikulum yang ada. Banyaknya jumlah siswa yang tidak diimbangi dengan insfrastruktur (Ruang kelas, Lab, dan Perpustakaan)terkadang membuat para guru menjadi kebingungan untuk mengajar, bukan hanya itu, banyaknya fasilitas yang rusak (mis. Kursi) sudah menjadi lagu wajib bagi sekolah pada saat awal-awal tahun ajaran dimulai. Begitu juga dengan Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), guru yang akan mengajar pada program keahlian ini sering dibuat mondar-mandir untuk mencari lokal yang kosong. Haruskah keadaan ini dibiarkan begitu saja ?, lalu adakah solusi yang bisa ditempuh untuk mengatasi keadaan ini ?.
Jawabyna adalah Mari Belajar Ala Dunia Cyber.....
Di dunia Cyber waktu, ruang bahkan sumber belajar jumlahnya sangat banyak dan boleh dibilang tidak terbatas, didunia cyber materi pelajaran dapat diakses kapan saja dan dimana saja tanpa harus disuatu ruang atau dalam waktu-waktu tertentu saja, jumlah guru di dunia cyber sangat banyak, model-model pemelajarannya juga tidak dapat dihitung jumlahnya. Mau belajar siang, mau belajar malam, bahkan siang dan malam bukan sesuatu hal yang baru. Jika kurang percaya coba saja link ini sebenarnya masih banyak lagi sumber-sumber belajar yang lainnya Mau tau lebih banyak lagi silangkan gunakan searc enggine yang ada di fasilitas internet anda. Wassalam
Diposting oleh
Teknik Komputer Jaringan
di
23.43
Diposting oleh
Teknik Komputer Jaringan
di
23.22